Selasa, 24 April 2012

New cut(e) hair

Cukup narsis judul aku. Gak apa-apa kan. Klo bukan diri sendiri, siapa yang mau muji. Hahahahahhaaa....

Setelah seharian ikut upacara ngaben pamanku kemaren, sorenya aku sama sepupuku langsung menyerang salon langganan sepupuku di Desa Sesetan, Denpasar. Memanjakan rambut kami yang selama ini tersiksa. Khususnya rambut aku, sabtu lalu berada di ruangan AC yang penuh supporter bola yang merokok dan  kemarin seharian ada di bawah terik matahari dan polusi.

Lumayan lama kami berdua berada di salon, aku manjakan rambutku dengan masker rambut. Sebelum dimasker, aku potong dulu rambutku. Segernyaaaaa.... rasannya kepalaku bernapas. Sepupuku juga memanjakan rambutnya dengan masker rambut.

Seger banget pokoknya. Setelah seharian kerja keras, langsung dimanjain gitu, badan juga ikutan capek. Pulang ke Sanur aku langsung mandi, makan, dan terlelap.

Emmm tadi pagi abis narsis depan kaca sebelum... Narsis dikit ya..



Hehehe... makasih sudah mampir... :)

Minggu, 22 April 2012

Duo Nusa Dua

Sebulan ga ketemu, akhirnya ketemu juga waktu yang tepat untuk ketemuan. Aku dapat waktu yang tepat dan kebetulan temanku ini juga sedang di waktu yang tepat untuk melihat dunia di luar keseharian kita. Meeting point kita tentu aja di dLounge Futsal. Tujuan awalnya adalah BLUE POINT. Selama perjalanan menuju lokasi, banyak ide bermunculan untuk mengunjungi tempat-tempat lain.

Di tengah perjalanan, kami mampir untuk makan siang. Aku memarkirkan mobilku di salah satu pusat retail di Jl. Sunset Road. Kami pun makan siang di salah satu resto di sana. Selesai makan siang, tetap saja kami bingung menentukan tujuan karena banyak pertimbangan. Sampai akhirnya aku melihat sebuah bus melintas di depan pusat perbelanjaan tersebut. Bus SARBAGITA namanya. Akhirnya aku tau rupa dan bentuk bus yang sempat dibicarakan saudara-saudaraku di Bali, yang kata mereka bus way nya Bali. Temanku pun mengusulkan untuk naik Sarbagita menuju Nusa Dua dan biarkan mobil terparkir di tempat parkir pusat retail itu. Segera saja aku menyetujui idenya. Karena aku juga pengen tau rasanya naik Bus di Bali. Soalnya di Bali itu minim sarana angkutan umum. Ga kayak di Jakarta atau beberapa kota lainnya.

Sempat salah naik, tapi ya ga sampai nyasar juga. Kami cukup membayar tarif pelajar. Padahal udah bukan pelajar lagi. Tapi berhubung kami berdua sama-sama imut jadi si petugas Sarbagita langsung saja memberikan kami karcis bus dengan tarif pelajar.


Murahkan, cukup dengan 2500 rupiah aja loh. Klo tarif umum cuma 3500. Namun cukup disayangkan, peminat bus yang satu ini sedikit. Karena kebanyakan warga Bali lebih menyukai naik kendaraan pribadi. Naik Sarbagita ga sama kaya naik Transjakarta, ya salah satunya yang aku bilang tadi. Berhubung peminat Sarbagita ini sedikit, di dalam bus pun kami tidak desak-desakan  dan pasti dapet tempat duduk. Selain itu, ACnya dingin banget.

Sampai di Nusa Dua, kami langsung menuju loket penjualan tiket theater. Salah satu theater besar di Bali yang ada di Nusa Dua. Theater apa? ini dia brosurnya.



Emmmmm... tapi aku ke loketnya bukan untuk beli karcis tiket itu. Secara harganya segitu. Cuma, temenku yang dulu pernah menjadi bagian dari theater itu, mau nitipin handphonenya untuk di charge selama kami berkeliling. Hehehehee...
Klo mau info lengkap tentang show di theater itu, kunjungi aja websitenya di http://www.devdanshow.com/ 

Lanjut cerita jalan-jalanku di siang hari ya...






Seru ya siang-siang di Pantai.... Dan ini dia temanku yang ngajak aku seru-seruan, berpanasan ria di pantai siang hari bolong.



Dan dimana kamiiii???


Di situ lah kami... Grand Bali Di Nusa Dua. Setelah puas berpanas-panasan dan berfoto, kami lanjutkan perjalanan panas kami menuju waterblow yang lokasinya masih dikawasan wisata Nusa Dua.
Tapi sayang, airnya lagi surut jadi ga bisa liat air yang muncrat-muncrat dan pacah-pecah tertabrak karang gitu. Tapi lumayan menghibur mata pemandangan di lokasi waterblow ini.





Birunya laut, bener-bener nenangin mata sama hati. Walau panas, tapi adeem banget rasanya... Sempat jadi jasa tukang poto juga sekali. Hehehee...

Masih juga panas-panasan, aku sama Shindy jalan-jalan ke lingkungan Bali Collection untuk ngademin badan. Beli minum dan es krim di sebuah mini market dan istirahatkan kaki, sebelum jalan lagi untuk kluar masuk store di Bali Collection. Asiknyaa...

Aku juga diajak Shindy berpoto di World Peace Gong.



Akhirnya waktu semakin sore, aku dan shindy pun beranjak menuju tempat pemberhentian Sarbagita untuk kembali ke tempat parkir mobil ku di wilayah sunset road. Lelahnya kami, tapi senangnya. Begitulah akhir petualangan aku di siang hari terik bareng Shindy. Berduo di Nusa Dua.



Terima Kasih Shindy...
Terima Kasih Reader....

Kamis, 19 April 2012

Sabtu anyar di Gianyar

Hari Sabtu yang awalnya mau aku gunakan untuk 'leyeh-leyeh' alias bermalas-malasan. Setelah pulang menjelang pagi terus dan berkendara sendirian terus. Tapi ternyata, aku dapat ajakan untuk menikmati hari Sabtu ku ini. BBM masuk, dan sepupuku memintaku untuk menemaninya hadir ke acara pernikahan teman SMA nya. Dengan banyak pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk menemaninya. Acara pernikahan temannya itu di Gianyar. Dia menjemputku di Sanur, dan kami langsung capcus ke Gianyar.

Ini kali pertama aku keluar dari kota Denpasar, Sanur, dan sekitarnya. Senangnya berwisata ke Desa Lebih, Gianyar. Iya. Lucu namanya DESA LEBIH. Mungkin agak LEBIH daerahnya. Rumah teman sepupu ku itu cukup mudah dijangkau walaupun berada di desa. Hehehhee.... Aku biarkan sepupuku berbasa-basi dengan beberapa orang temannya dan aku sibuk dengan smartphone ku.

Setelah sempat mencicipi sedikit hidangan di hajatan orang. Aku dan sepupuku pun segera pamit dan kamipun segera melancarkan rencana kami, yaitu melenggang ke pasar seni SUKAWATI. Di akhir perjalanan menuju Pasar Sukawati, kami harus parkir di pinggir jalan karena ada orang Mepeed. Emmm gampangnya itu adalah iring-iringan sejumlah orang yang dirias dengan busana adat Bali. Lumayan, ada setengah jam kami harus menunggu barisan orang-orang tersebut habis dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Sayangnya aku ga sempat foto-fotoin. Tapi tenang, foto menyusul.

Masuk pasar Sukawati yang hampir tutup, aku dan sepupuku segera melancarkan serangan-serangan. Beberapa toko menjadi incaran untuk diserang, namun hanya beberapa toko yang membuat aku dan sepupuku menyerah. Aku tetap belanja untuk stok daganganku, sementara sepupuku berjuang mencari barang souvenir untuk di acara pernikahannya nanti.


Ini aksi sepupuku ketika milih dan nego harga untuk souvenirnya.






Selesai pilih-pilih aksesoris dan survei harga souvenir, orang-orang Mepeed pun juga sudah balik dari Nunas Tirta (air suci) dan kembali menuju Pura. Kebetulan ada kesempatan mengambil gambar iring-iringan itu secara langsung, aku dan sepupuku segera berlari menuju pinggiran jalan dan CKLIK!























































Cantik-cantik, ganteng-ganteng, dan lucu-lucu yaaa... Senangnya Hari Sabtu di Gianyar dapat pemandangan Anyar. :D



Have a nice day all!!


Sabtu, 07 April 2012

Count on Me by Bruno Mars

If you ever find yourself stuck in the middle of the sea 
I'll sail the world to find you  
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see 
I'll be the light to guide you
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
 
You can count on me like one, two, three, 
I'll be there And I know when I'm needed  
I can count on you like four, three, two, and you'll be there 
'Cause that's what friends are supposed to do
 
If you toss and you turn and you just can't fall asleep 
I'll sing a song beside you  
And if you ever forget how much you really mean to me 
Everyday I will remind you   
Find out what we're made of  When we are called to help our friends in need 

You can count on me like one, two, three, 
I'll be there And I know when I'm needed  
I can count on you like four, three, two, and you'll be there 
'Cause that's what friends are supposed to do
 
You'll always have my shoulder when you cry  
I'll never let go, never say goodbye
You know you can count on me like one, two, three, I'll be there 
And I know when I'm needed I can count on you like four, three, two, and you'll be there 
'Cause that's what friends are supposed to do
You can count on me 'cause I can count on you

Copied from MetroLyrics.com 






Jumat, 06 April 2012

April's coming!

Sudah bulan April. Awal April rencanaku segera ku lancarkan. Terbang ke Bali sesegera mungkin. Penat jadi pengangguran selama di Jakarta, mending kerjakan yang bisa aku kerjakan dulu selama aku di Bali.
Cerita tentang penerbanganku di Selasa pagi. Fiuuuh.. Rasanya ini bukan kali pertama aku naik penerbangan 'Singa Udara'. Entahlah, yang aku rasakan turun di Terminal 1 Bandara SoeTa adalah Ramai. Layaknya terminal keberangkatan. Heee... dengan langkah sedikit gontai karena mengantuk, aku langsung menuju ruang tunggu. Ga perlu ikut-ikut sibuk antri untuk check in. Bersyukur sekali diperkenalkan dengan teknologi yang maju. Web Check in sangat membantu ku untuk dapat bangun agak telat dan bersantai-santai berangkat ke Bandara.
Sampai di ruang tunggu bandara yang awalnya aku kira sepi, ternyata full. Buseeet, rasanya aku sudah pagi-pagi datang tapi ternyata masih banyak juga orang yang lebih pagi dan rela untuk nunggu berjam-jam di ruang tunggu bandara. Yaaa dengan yakin aku hanya berdiri sampai disuruh naik ke dalam pesawat oleh petugas bandara.
Akhirnya penumpang dipersilahkan naik ke pesawat, dan begitu aku masuk ke dalam pesawat. Huuufffppphhh.... Rasanya baru masuk pesawat 'Singa Udara' itu ya gitu. "Huuufffppphh" Puanasnya reeeeeek..... Panas. Beneran panas. Kayak di dalam angkot yang lagi ngetem dan nunggu mobilnya penuh. Beuuuhhh.... Ga ngerti juga kenapa itu Air Conditioner tidak menyala dalam pesawat 'Singa Udara' itu. Dan aku pun kipas-kipas dengan kartu petunjuk keselamatan. Hahahahaha..... Sungguh pengalaman yang aneh. Selain itu, kali ini si 'Singa Udara' memang tidak delay, cuma jalannya itu lama banget. Ada sekitar hampir satu jam kami ada di dalam pesawat diem. Yaaa layaknya angkot yang nunggu penuh. Sampai akhirnya pesawat itu lepas landas, perlahan namun pasti AC pun menyala.Syukurlah...
Mungkin ini cuma pengalamanku saja dengan 'Singa Udara'. Mungkin pengalaman teman-teman yang lain ga seperti itu. Semoga saja.
Terima Kasih sudah nyimak.