Selasa, 17 Juli 2012

Lukisan Keramik

Hari ini pulang ke rumah bawa mainan baru. Hampir seharian bareng Tante Ayi hari ini. Berencana ini itu. Mulai dari makanan, buka butik, sampe buka bazar second hand. Seruuuuu sekali bisa tukar pikiran dan punya minat yang sama. Yuk Tante, bantu promote semua kegiatan kita nanti. hihihii...

Nah mainan baru yang aku dapat dari Tante Ayi itu,,,


Lukisan !!! Kenapa aku sebut mainan? Karena aku harus lanjutin untuk mewarnai lukisan ini. Serunya lagi ini bukan lukisan di atas kertas, yang harus aku warnain pake crayon, pensil warna atau cat air. Ini juga bukan lukisan di atas kanvas yang harus aku warnain pake cat minyak.

Trus???

Ini lukisan di atas keramik. Sementara ini keramik untuk lantai itu. Jadi aku harus lanjutin mewarnai lukisan di atas keramik yang bertemakan Angry Bird ini. Tadi nyoba di rumah Tante Ayi ya baru sampe itu aja, kayak gambar di atas. Seru deh ngelukisnya. Nanti aku mau lanjutin, dan aku pasti pamer klo dah selesai. Hehehee...

Model pemula kayak aku, baru dikasih model gambar kayak gini. Yang mudah dan belum bermain dengan banyak warna. Nanti klo aku dah sering buat, aku pasti bisa gambar sendiri dan lukis sendiri. Hihii.. Aku colong ya Tante ilmunya.. :p

Nanti klo dah selesai mewarnai lukisan ini, pasti aku posting lagi. Tunggu yaaa!!!

today's breakfast

Minggu, 15 Juli 2012

ber-Hari Minggu

Hari Minggu ini aku rela untuk ga menyaksikan aksi kartun favoritku di TV. Masih di jam 09.00 Wita aku sudah meluncur ke pasar kota Badung. Ya.. ke Pasar Badung. Aku suka sekali main ke Pasar Badung ini. Pasar tradisional yang becek, rame, dan cukup berantakan. Ga kayak pasar-pasar tradisional yang sudah modern, rapi, dan bersih. Tapi tetep aku suka sama pasar Badung. hehhehee...

Selesai dengan urusan pasar Badung, aku lanjut ke UD. Sumber Rejeki yang jual aneka snack. Pagi ini aku pokoknya kejar belanja untuk kebutuhan stok di futsal yang belum lengkap. Satu jam cukup untuk melakukan itu semua.

Nah, perjalanan ga berhenti di situ aja. Dari Futsal, aku harus jemput Mery lagi ke Sesetan dan lanjut ajak dia ke Sanur lagi. Ya balik ke Sanur lagi, karena aku ada janji dengan Tante Ayi; temennya Bapak,untuk liat konsep Sunday Market. Setelah 4 tahun semenjak aku awal kuliah baru kali ini lagi ketemu dengan Tante Ayi dan masih tetep seru. Tante Ayi selalu punya kejutan yang menarik perhatian ku. Hihihiiii.. Mau colong ilmunya deh kali ini. Siap-siap yaa Tante ajarin aku pokoknya. Kalian penasaran, ilmu apa? Tunggu tanggal mainnya *sok misterius*

Selama di Sunday Market, aku dan Mery hanya tercengang dengan harga barang dan makanan yang ada di sana. Konsepnya kayak bazar gitu. Hanya saja bazar ini diadain di halaman sebuah cafe dan ga terlalu banyak stand di sana. Pelanggannya pun yang datang high class semua, bahkan tamu asing banyak yang nikmatin jajan bali di sana.
Karena cuma bisa mangap-mangap dan ga berhasil beli apapun dari sana, aku dan Mery berbasa basi sebentar dengan Tante Ayi dan dapat info yang menyenangkan, bahwa di daerah Kuta juga ada bazar. Aku dan Mery cukup tertarik dengan info itu, kamipun segera menyelesaikan percakapan untuk segera meluncur ke lokasi bazar yang Tante Ayi maksud.

Perlu waktu 30 menit dari Sanur untuk sampai ke Jl. Dewi Sri, Kuta. Sampai sana, kami langsung terjun ke arena Bazar Kawasaki 2012 yang berada tepat di Jl. Dewi Sri. Jalanan saat itu ditutup sebagian untuk bazar ini. Kami langsung colak colek barang yang dijual di setiap standnya. Bahkan dapet icip-icip red velvet dan cake chocolate. Enyaaaakkk...... Gratis pula. hihihiii...
Tapi, kami tergoda dengan kreasi teh di salah satu stand. Teh Sereh. Segeeeer banget minum Es Teh Sereh di panas teriknya matahari saat itu. di bandroll seharga 5000 saja, dahaga kamipun terpenuhi. Lanjut lagi larak lirik makanan di stand lainnya, Mery jatuh cinta dengan rujak es krim. Sayangnya aku tak poto-poto dengan HP.  Rujak Es Krim ini, Rujak Bali yang ditambahin dengan Es Krim. Rasanya enak juga, bagiku yang ga begitu doyan rujak.

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang, karena sudah terlalu siang. Tapi sebelum pulang, action dulu,.

Aksi pertama sama om Badut yang baru aja selesai dandan ini. Hahahahaha.. ga tau ini badut maskot apa. heheehee...
Trus karena ini Bazar Kawasaki, Aku ga mau melewatkan foto dengan motor-motor yang berjajar rapi di sepanjang jalan masuk ke arena bazar.





Ga berhenti sampai di bazar aja kegiatanku hari ini, aku harus lagi balik ke futsal. Meeting dadakan. Ke rumah nenek. Ke rumah Mery. Ke rumah pacarnya Mery. Berakhir di dagang Bakso. Hahahaaa.... Fullday. Ga ada lagi Minggu leyeh-leyeh. Dan sekarang nguantuknya poll. *yawn*

Bubaayy!! Tengkyu all for walking here.

Jumat, 13 Juli 2012

Patung Kuda - Kuta - In The Moonlight (again)

Just take a picture of Patung Kuda again, in the middle of the night. Waiting my father landing at Ngurah Rai, International Air Port.

and i call it,

PATUNG KUDA - KUTA - IN THE MOONLIGHT

Patung Kuda - Kuta - In The Sunlight.

Antrian lampu merah di pertigaan Jl. RayaTuban, Kuta, berbuah manis. Patung Kuda di pertigaan jalan yang menuju Bandara Internasional Ngurah Rai itu, menggoda mataku untuk mengabadikannya ke dalam sebuah kamera smartphone-ku.

Begini hasil foto Patung Kuda yang aku abadikan tanpa memperhitungan angel apapun.


PATUNG KUDA. KUTA. UNDER THE SUNLIGHT.

Minggu, 08 Juli 2012

Jalan-Jalan Ubud

Cuaca kota Sanur hari Minggu enaknya untuk bermalas-malasan di atas tempat tidur. Tapi Mery, sepupuku mendadak ngirim kabar minta dianter ke Pasar Seni Guwang untuk cari lukisan. Yaaa aku sih mau-mau aja di ajak pergi. Apalagi jalan-jalan gini.Hiihihii....

Sekitar jam 2 siang Mery baru jemput aku, kami pun segera singgah ke KFC terdekat untuk ngisi perut yang berontak minta nasi beserta teman-temannya. Setelah makan, baru lanjut ke Guwang. Sampai di Guwang, tanpa babibubebo Mery langsung pilih lukisan. Ga tanggung-tanggung dia langsung pilih 5 lukisan pertama. Katanya sih dia butuh 11 lukisan untuk para dosen pembimbing S2-nya. Setelah deal dengan 5 lukisan masih butuh 6 lukisan lagi. Akhirnya kami berkeliling ke seluruh pedagang lukisan di Pasar Seni Guwang. Akhirnya setelah hari semakin sore, dia dapatkan 11 lukisan yang sesuai selera.

Setelah dapat lukisan, kami tidak langsung pulang ke Denpasar. Tapi lanjut ke Ubud. Ke rumah sahabat baik Mery, Ade. Tujuannya minta Ade untuk ajak kami makan pancake di dekat rumahnya. Makan pancake deket rumah Ade ditemani perbincangan panjang kami. Bahkan tanpa terasa haripun semakin malam. Dan lagi-lagi, bukannya pulang kami malah memarkirkan mobil di pinggiran jalan di Ubud trus lanjut jalan kaki layaknya bule. hihihiiii.. Tak lupa harus poto-poto..




Kami berpoto cuma alibi, karena sejujurnya kami ga tau ini tempat apa. Restorankah atau beneran Museum. Karena di depan bertuliskan Museum Puri Lukisan. Tapi begitu kami masuk, kami bertemu Kori besar gini, dan ga berani masuk lebih dalam lagi. Hahahahaa.... Yaa jadi saja kami poto-poto.





Akhirnya kami lanjut jalan-jalan di pinggir jalan kayak bule-bule itu. Hehehehe.... Tapi sayangnya, setiap tempat yang ada pertunjukannya kami masukin, semua pertunjukan itu sudah selesai. hahahahaha... nampaknya kami kemaleman. hehehe...

Tapi, kami menuju tempat persinggahan lain. Yaa ga jauh ga bukan, lagi-lagi ke tempat temennya Mery dan Ade tentunya. Jalan kaki lumayan juga jauhnya. Itung-itung olah raga malem. Pe-rumpian pun kami lanjutkan di tempat teman Mery dan Ade, namanya Dek Ari. Sampai sekitar jam 10 Malam. Weeeiiii Ubud sudah semakin gelap dan kami beranjak pulang ke Denpasar dan drop Ade di rumahnya lagi.

Makasi Mery jalan-jalannya, makasih Ade keceriaanya, dan makasih Dek Ari untuk setengah porsi spider coke na. Hahahahaa....

See you next time!